Pada periode Abad Pertengahan, penggunaan logam sebagai bagian dari ekspresi artistik tetap hidup, dan melanjutkan tradisi sebelumnya. Penggunaan Seni Logam dipraktikan dengan jelas oleh para pengrajin, tukang, seniman, entah yang berkerja untuk rakyat kecil, atau berkerja untuk para bangsawan dan raja-raja. Misalkan pintu kayu dengan engsel logam berukir dan berpola rumit.

Di Eropa pada waktu itu, tukang kunci dan pekerja logam sangat bangga dengan kerajinan mereka sendiri, di antara mereka bahkan ada bekerja tanpa lelah untuk membangun rumah ibadah dengan dekorasi hiasan, gerbang dan perangkat logam lainnya, agar mereka masuk surga khusus karena membuat rumah Tuhan dengan indah.

Logam-Abad-Pertengahan

Tradisi logam Eropa memang berkembang sejalan dengan skil para pekerja logam seperti tukang emas, tukang tembaga, dan pengrajin perak, atau blacksmith, pengrajin senjata atau benda besi lain. Gerbang, gapura, kotak perhiasan, salib, dan engsel gulir hiasan umumnya dibuat dengan logam karena daya tahan serta nilainya yang bisa dikatakan sebagai harta. Individu dan organisasi (gereja, biara, dan kuil) secara teratur melindungi pekerja logam agar mereka termotivasi meningkatkan estektika desain serta teknik kerajinan.

Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika Abad ke-15 adalah abad seni logam, yang ditandai oleh banyak karya indah yang dibuat dengan cermat oleh perajin logam dari Spanyol, Perancis, Italia, Inggris, Bohemia, atau Russia. Upaya para pekerja logam ini condong ke arah desain dan nilai estetika, alih-alih hanya karakteristik utilitarian dari pekerjaannya. Keindahan karya logam yang baru ditemukan juga memengaruhi karya yang dikembangkan dari media lain, seperti kayu dan tanah liat.

 Selama periode ini, kaum wanita sering menggunakan kerajinan logam bikinan mereka sendiri, dengan campuran perhiasan emas dan perak. Kerajinan ini juga dikuasai para agamawan, di mana salib dan benda-benda ibadah lain di buat oleh para biarawan di biara masing-masing. Seni logam yang tidak kalah indah lainnya juga diproduksi menggunakan logam mulia, yang disempurnakan dengan topping perhiasan atau motif enamel.

Periode Plateresco

Pengrajin asal Spanyol sendiri merupakan pengecualian, mereka berhasil meningkatkan kualitas desain dan nilai estetika dari logam. Mereka sangat berbakat, menciptakan karya-karya logam yang menakjubkan dan bahkan mempengaruhi pengrajin yang bekerja di media lain. Oleh akrena itu babakan ini dinamakan, Periode Plateresco, dinamai untuk menghormati orang-orang Spanyol.

Pencapaian Spanyol diikuti oleh orang Italia, mereka mereproduksi patung klasik untuk jadi miniatur dibuat selama masa Renaissance Italia. Seniman logam asal Italia membuat karya seni ini terutama untuk dekorasi interior. Proses produksinya dikenal sebagai proses “lost wax” (atau cire-perdue), di mana bagian tersebut awalnya diukir dari lilin dan kemudian dilapisi dengan tanah liat cair dan dibiarkan mengeras.

Setelah tanah liat benar-benar kering, benda tersebut kemudian dipanaskan untuk melelehkan lilin, yang mengalir keluar melalui lubang kecil di dasar patung. Prosesnya menghasilkan cetakan patung, di mana perunggu cair dapat disuntikkan dan dibiarkan terbenam dan dingin. Akhirnya, cetakan tanah liat dipecah dalam kondisi final berupa patung perunggu yang indah.

seni logam modern

Orang Perancis mengikuti di belakang, dan terjadi bersamaan dengan puncak seni dekoratif lainnya. Mereka menghasilkan ornamen, perabotan, dan jam yang spektakuler dari emas dan perunggu yang mencapai kesempurnaan dalam desain, bentuk, dan hasil akhir. Ketelitian pengerjaan orang Perancis hanya di era sebelum Revolusi, dan menurun  pada abad ke-19 ketika Revolusi menghasilkan chaos.

Sementara di Amerika dan Inggris sama dalam hubungannya dengan dekorasi interior ala logam sekedar ikutan. Pada abad ke-17, kedua negara memiliki produk perangkat keras besi tempa. Namun, desain Inggris cenderung lebih rumit daripada desain Amerika – mungkin hasil dari sumber daya yang lebih mudah diakses dan pembelajaran penukangan yang rumit pada saat itu. Di Amerika, tanggung jawab pandai besi bukan pada seni, tapi lebih untuk produksi benda fungsional (alat dan perangkat keras untuk pintu, gerbang, rumah, dll.) Daripada potongan-potongan yang murni dekoratif, apalagi di era tersebut, seni yang baik adalah seni bertahan hidup di tengah orang Indian.