Setiap karya art yang dibuat dari ‘bijih bumi,’ termasuk perunggu, emas, timah, timbal, perak, dan besi didefinisikan sebagai Seni Logam. Dapat juga disebutkan bahwa Seni Logam bisa juga dibuat dari berbagai paduan metal, seperti aluminium. Seni Logam juga bisa dibuat sebagai dekoratif murni atau yang fungsional dan memberi bermanfaat. Pada Zaman awal Perunggu, misalnya, cangkir dan mangkuk dipalu dari metal – memenuhi tujuan dekoratif dan fungsional sekaligus.

Dapat dikatakan, hampir semua peninggalan yang masih ada dari Zaman Perunggu dapat dianggap sebagai ‘art’ di zaman kita, karena metal di era lampau secara berangsur-angsur, menjadi semakin dekoratif dibandingkan fungsional, dan menjadi bagian dari penggambaran alam atau mistik sejarah – misal dari patung-patung metal yang terlihat saat ini, menunjukkan hal indikasi keluhuran budaya dari sudut pandang modern, namun bagi orang masa itu malah menunjukkan maksud yang lebih praktis.

Seni-Logam-Perunggu

Pentingnya Penukangan Logam Era Perunggu

Manusia dilahirkan dengan keinginan naluriah untuk merancang dan menciptakan sesuatu, tidak hanya untuk tujuan praktis, tetapi juga untuk nilai estetika, seperti yang semacam itu berjalan dengan sendirinya, karena sisi psikologis manusia yang serba ingin pamer kepada yang lain. Gelas dan mangkuk kuno misalnya, desain ukiran, serta bentuk yang terlihat manis, penuh seni tinggi, merupakan hasil dari pamer para penukang dan pengrajin Seni Logam di era perunggu. Walau begitu sisi pamer mereka telah memungkinkan kita untuk melihat beberapa tahapan alami dan perkembangan  seni yang ada di era itu.

Melihat perkembangan artistik ini, dari timeline sejarah yang sedang diupayakan dijejaki akan memungkinkan kita untuk menghargai kemampuan umat manusia untuk mengembangkan pikiran kreatif dan menerjemahkannya menjadi ciptaan yang nyata, sekaligus mempelajari evolusi kemajuan fikir orang di masa lalu, apakah dimulai dari hal yang baik untuk dekaden, atau hal dekaden untuk membaik. Pengamatan ini membantu kita memahami pentingnya Logam dalam membentuk sejarah manusia, dan bagaimana metal itu memainkan peran penting dalam studi antropologis.

Untungnya bagi kita, beberapa metal tertentu sukses melewati ujian waktu dengan cukup baik dan mempertahankan kecemerlangan aslinya selama ribuan tahun. Ketika karya metal berkembang menjadi lebih desain-sentris dan dekoratif di alam, artman metal mulai membuat patung, gelang, kalung dan bentuk dari dekorasi emas dan perunggu lainnya yang ditemukan dari berbagai peradaban kuno.

Perlu dicatat bahwa semua logam tidak memiliki usia yang sama – ambil contoh, salah satu karya Seni Logam yang paling terkenal adalah Patung Liberty di Pelabuhan New York. Patung ini dibuat dari tembaga dan besi tempa, tetapi tahun demi tahun paparan angin, sinar matahari, salju, dan hujan, telah menyebabkan tembaga menjadi patina, memberikan efek warna hijau yang kita lihat hari ini.

seni logam mesir

Persebaran Kuno Seni Logam

Metal Wall Art tersebar diseluruh dunia – pertama kali dilihat di Iran Karena sifatnya yang ulet, Seni Logam dapat ditelusuri kembali sejauh yang dapat dicatat oleh para arkeolog – bahkan sejauh 7000 SM. Upaya artistik kasar (metal tempaan) dapat dilihat di Zaman Perunggu. Sementara Artefak besi, emas, perak, timah, perunggu dan tembaga telah ditemukan di situs kuno di Troy [Turki saat ini]. Peralatan metal, peralatan, piring, dan bahkan figur manusia dan topeng berasal dari beberapa peradaban paling awal yang diketahui.

Di Mesir kuno, orang Mesir tahu cara-cara artistik untuk menciptakan benda logam dekoratif yang bagus dari perunggu, emas, dan metal lainnya. Sebagian besar karya terlihat di dalam piramida dan variasi karya Seni Logam dapat dilihat di makam katakombe Mesir: berupa topeng, kalung, perhiasan, koin emas, dan patung metal dewa dewa, yang saat ini dipajang di Kairo. Pujian serupa dapat diberikan kepada peradaban Amerika kuno juga, dengan Inca, Maya dan Aztec. Terdapat juga patung-patung indah, termasuk alat penyiksaan kuno yang dibuat dari era perunggu di Roma dan Yunani. Ada juga mebel, serta peralatan rumah tangga seperti perlengkapan toilet yang dibuat dari bahan metal [diproduksi menggunakan paduan tembaga dan besi].