Sejarah kemanusiaan terbantu oleh penyikapan mereka pada benda mati bernama logam. Dari karya kawat logam kerawang, patung-patung logam cor yang terbuat dari perunggu hingga cangkir logam kuno yang dipalu, atau perhiasan emas dari Mesir yang halus dibentuk menjadi lebih halus, maka tidak dipungkiri lagi bahwa ketahanan logam dan sifat lunaknya telah menjadikannya salah satu zat yang tersedia di alam itu, dalam sejarahnya jadi bahan terbaik untuk membuat membantu hidup manusia.

Apalagi terkait dengan urusan estetika. Di mana selain bermanfaat, suatu karya juga digambarkan sebagai feast of eyes. Makanan untuk mata, enak dipandang, sedap dilihat. Pilihannya, ketika Anda melihat cangkir yang burik, dengan cangkir penuh hiasan, maka pilihan Anda tentu pada cangkir yang penuh hiasan. Untuk itulah Seni Logam mendapatkan tempatnya. Dan di sini kita akan bahas logam mana saja, yang baik untuk Seni Logam.  Di antaranya :

Timah

 Timah

Dalam Seni Logam. Timah digunakan untuk karya seni dinding logam, plak, patung figural, ornamen gantung, patung, lencana dekoratif, kapal air, vas hiasan, lilin, dan seni kertas timah. Timah juga dalam segala bentuknya telah digunakan untuk seni daur ulang dengan menggabungkan seni lain, yang paling bikin kagum [dalam arti  kita tidak lagi kagum karena semuanya ada di mana-mana] adalah tutup botol merupakan gabungan timah dan kaca.

Sehingga dari sana, kita lupa bahwa timah ternyata dekat dengan hidup kita tanpa disadari, kita hidup dengannya dari kecil, dan baru tahu itu timah setelah saya beritahukan Anda lewat artikel ini. Karena timah tidak hanya tersedia dan murah, timah itu ringan dan mudah ditempa. Ini membuatnya mudah untuk dibentuk, dikeriting, dicap, ditinju, dilipat-lipat untuk pertunjukan sulap dan dipotong menjadi berbagai macam karya seni dekoratif dan fungsional, dan melukis dengan tambahan warna yang menyenangkan.

tembaga

Selanjutnya Tembaga

Tembaga adalah logam yang ditemukan dalam keadaan murni di alam, seperti halnya perak, emas, dan timah. Menurut sejarah seni, sebagian besar negara menggunakan tembaga secara luas sebagai bahan untuk membuat koin, senjata, patung, dekorasi, dan barang-barang rumah tangga. Tembahga ini juga telah digunakan sejak era Mesir kuno, di mana orang mesir menggunakan pahat dari tembaga yang dikeraskan, untuk memotong batu granit yang membentuk patung, sarcophogus, serta hiasan dalam piramid Giza.

Tembaga digunakan juga untuk seni dekoratif dan industri, karena kekuatan, daya tahan, dan kemampuan fungsinya. Tembaga dapat dibentuk (dapat dipalu atau dilindas) ke dalam format atau rupa apa pun yang diinginkan, menjadikannya logam yang bermanfaat dan bagus untuk digunakan sebagai berikut: perangkat keras, Karya patung, Seni dinding, Ornamen meja, Vas dan guci, Pedestals display, Perlengkapan pencahayaan, layar, kisi-kisi, Peralatan dapur. Adapun, suatu perhiasan kadang tersusun dari gabungan tembaga dengan perak atau emas.

Tembaga juga sering dicampur dengan nikel dan seng untuk membuat kepingan perak Jerman yang indah. Sifat tembaga sangat tahan lama, membuatnya untuk dijadikan benda struktural yang tahan terhadap tekanan berlebih.

perunggu

Perunggu

Hampir semua peradaban kuno menggunakan perunggu dalam karya seni masing-masing, meskipun penemuannya berasal dari era Sumeria sekitar 3500 SM. Perunggu lebih keras dari besi dengan kualitas anti-korosif, logam ini adalah logam yang paling dipakai untuk bahan mematung, atau membuat altar ibadah di era tersebut. Sering juga digunakan sebagai senjata perang pasukan Romawi di zaman kuno.

Perunggu dengan demikian kuat dan tahan lama, walau begitu, para seniman Seni Logam yang menggunakan bahan perunggu tetap bisa memoldingnya menjadi sesuatu yang indah, fungsional, walau proses molding nya begitu rumit sehingga hasilnya menjadi lebih megah. Apalagi, tembaga dan kuningan sering doigunakan untuk membuat segala jenis ornamen logam, sebagai akibat dari kemajestikan atau sisi kilau yang hampir setara dengan emas.

Cara menghasilkan seni lewat tembaga, tentu saja dengan bantuan proses alkemis, mencelupkan benda jadi ke dalam ‘rendaman’ berbagai jenis asam. Adapun art metal perunggu meliputi: Patung Yunani kuno. Arca pemujaan di Asia, Uang, Pelat logam, dan topeng.