Dalam sejarahnya, lukisan pertama di Afrika pada 94 ribu tahun yang lalu, adalah gambar garis. Lalu ribuan tahun kemudian, garis semakin kompleks, membentuk sketsa binatang, dan manusia, seperti gambar yang ada di Sulawesi. Oleh karena itulah, garis adalah bagian dalam Seni Lukisan yang penting. Garis dalam Seni Lukisan, menampilkan dirinya dalam sejumlah cara, garis tebal, tipis, garis objek berbayang, garis penanda [misal dalam pergerakan digambarkan manusia dengan garis di belakangnya], garis putus, atau garis menandai kepadatan objek, dan bahkan garis yang terhapus sebagian.

Gambar garis sebagai karya seni, biasanya tidak menangkap semua informasi objek yang digambar, melainkan hanya menangkap satu karakteristik, baik interior maupun eksterior. Mediumnya adalah Arang, pensil, bolpoin, tinta Cina, dan spidol hitam semuanya dapat digunakan untuk berlatih teknik menggambar garis. Lalu ada berapa jenis garis yang perlu diketahui?

hiasan lukisan garis

  1. Garis Tunggal : Garis tunggal digunakan untuk membuat skema keseluruhan gambar atau objek yang dapat menunjukkan tinggi, lebar, dan bahkan detail dari apa yang sedang digambarkan di atas kanvas. Garis tunggal atau kontur ini bisa dikatakan adalah garis yang paling banyak digunakan oleh semua orang. Karena secara tradisional, hanya menyajikan tepi luar objek hingga membentuk gambar utuh. Garis tunggal polos adalah satu garis yang terhubung tanpa naungan, menekankan kulit objek. Garis kontur polos perlihatkan suatu bobot dengan menekan lebih keras atau menggunakan tepi yang lebih lebar dari instrumen gambar untuk membuat garis yang lebih tebal dan lebih padat.  Untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang ringan atau halus, garis dapat menjadi lebih tipis dan lebih terang warnanya, menggunakan ujung runcing atau menekan lembut pada permukaan kertas.
  2. Garis Tunggal Buta : Gambar garis yang dibuat tanpa melihat kertas membantu meningkatkan koordinasi anatra tangan-mata. Kontur buta paling baik dipelajari sebagai gambar cepat sambil melihat sosok atau kehidupan yang diam. Garis pada awalnya akan tampak sangat berantakan, namun koordinasi mata-tangan yang lebih dipraktikkan akan berkembang memungkinkan kesamaan pada objek yang sebenarnya dan objek yang ditarik untuk berhubungan lebih dekat. Banyak seniman memakai teknik gambar garis kontur buta untuk membantu mereka “membebaskan” tangan menghilangkan kendala, mencoba untuk menggambar lebih ‘sempurna’. Seringkali, bentuk atau garis yang dibuat selama proses kontur buta, lebih menarik daripada apa yang bisa dicapai dari melihat langsung ke objek
  3. Garis Yang Tidak Putus : Saat mengamati suatu objek, alat-alat gambar tetap berada pada halaman dengan kontak yang tidak terputus yang menciptakan bentuk-bentuk yang tertutup. Seringkali, garis harus lewat berulang kali untuk menyelesaikan gambar subjek yang sedang dipraktikan. Contohnya dapat dilihat dalam gambar oleh Pablo Picasso dan Egon Schiele. Mereka mampu menciptakan kualitas garis yang indah dengan tidak pernah mengangkat pensil mereka dari halaman kanvas.
  4. Garis Gestur : Garis gestural biasanya digunakan sebagai pembuka di kelas menggambar. Garis ini adalah representasi spontan dari sikap ekspresif subjek. Garis gestural gerakan biasanya terkandung dalam batas 30 detik hingga dua menit. Jenis latihan ini membantu melonggarkan pergelangan tangan dan menyejajarkan tangan dengan mata.
  5. Garis Gerakan Massif : Garis-garis gerakan massa mengacu secara khusus pada penggunaan alat gambar di sisi terluasnya. Arang adalah alat yang bagus untuk membuat garis ini. Dengan melihat subjek yang sedang dipelajari, alat menggambar digunakan ke samping untuk memberikan tanda yang lebar dan cepat. Jenis tanda ini secara khusus menunjukkan kepadatan subjek. Untuk menunjukkan bobot, alat ini dapat digunakan dengan lebih banyak tekanan agar terukir tanda yang lebih gelap. Untuk menunjukkan massa yang lebih ringan, tekananya tentu lebih sedikit.

garis

Umumnya para seniman menggunakan berbagai gambar garis sebagai pembuka ide, yang seringkali memberi mereka ide dibalik ide tentang bagaimana garis awal, melahirkan garis akhir, yang mungkin berakhir dengan karya seni lengkap, atau tertunda, seperti banyak lukisan yang disimpan di gudang, beberapa bagian masih bentuk sketsa, karena pelukisnya punya insprasi baru.