Etching atau Etsa, berasal dari kata Jerman yang berarti “makan,” penggunaanya dalam Seni Logam adalah memotong ke permukaan bahan yang menggunakan asam. Teknik etching ini pada umumnya dilakukan pada berbagai bahan termasuk kaca, kayu, dan logam. Hasil dari etching logam berguna dan dimanfaatkan untuk industri manufaktur, seni, dan teknik untuk branding atau identifikasi properti. Etching sendiri merupakan teknik yang digunakan oleh banyak seniman terkenal di Eropa termasuk Albrecht Dürer, Francisco Goya, Rembrandt, dan James A. McNeill Whistler, teknik itu mereka pakai di awal sebelum tenar,  sebelum akhirnya mereka terkenal karena teknik lainnya. Artinya, teknik etching ini tetrmasuk yang mudah dilakukan.

Dalam konteks seni, etching dikategorikan sebagai seni intaglio. Teknik ini disejajarkan dengan teknik aquatint, drypoint, ukiran, dan mezzotint. Mereka yang pertama kali mengembangkan etching sebagai Seni Logam adalah Daniel Hopfer dan Urs Graf keduanya dikatakan sebagai orang yang membuat Seni Logam etching terkenal, tetapi terkadang Dürer dianggap juga sebagai orang pertama yang bertanggung jawab atas upaya etching logam di abad keenambelas pada saat etching menjadi bentuk seni khusus bahan kayu dan kaca. Dürer dalam percobaan etchingnya menggunakan bahan besi. Pada babakan kemudian, atau pada 1540 tembaga mulai menggantikan besi, dalam dominasi etching Seni Logam.

etching

Metode etching pada logam dapat berupa proses kimia menggunakan asam, proses fotokimia, atau proses elektrokimia. Teknik dasar penggunaan asam untuk etching logam adalah dengan menerapkan resistensi pada area pelat logam, baik ke seluruh pelat atau hanya ke area yang diinginkan, agar tetap tidak terpengaruh atau membentuk pola. Bagian-bagian dari logam yang akan dietching tidak tertutup atau menggunakan bahan penahan goresan dengan menggunakan alat-alat seperti jarum etching dan échoppe.

Pelat logam kemudian dicelupkan ke dalam asam, di mana asam itu akan mengelupas atau mengkorosi permukaan logam yang terbuka, darinya terciptakan garis-garis atau pola yang diinginkan sang seniman. Untuk membuat cetakan, resistansi lalu dihilangkan dan permukaan akan terkena tinta. Saat permukaan dilap, tinta tetap berada di garis yang terukir dan kemudian dapat ditangkap di atas kertas ketika dimasukkan melalui mesin cetak khusus. Variasi dari kedalaman akan selesai dengan cara melepas plat secara berkala dan menutupi garis yang telah mencapai kedalaman yang diinginkan dengan material penahan. Teknik lainnya juga bisa dilakukan dengan mengoleskan asam ke piringan dengan  secara langsung, daripada menenggelamkannya dalam asam.

Ada pula teknik etching logam yang tadinya dibuat pada industri lalu jadi seni. Misalkan apa yang disebut “penggilingan kimia.” Teknik ini digunakan dalam fabrikasi semikonduktor, industri papan sirkuit cetak, dan dalam pembuatan komponen pesawat oleh industri dirgantara. Variasi pada proses ini termasuk etching petrokimia di mana photolithograph dijadikan metode untuk menciptakan pola pada proses ini. Proses industri lalu diikuti atau disertakan dalam dunia seni oleh Ostrom Glass & Metal Works.

Termasuk etching elektrokimia, yang tadinya dikembangkan untuk industri kedirgantaraan dan otomotif, pada tahun 1940-an, baru-baru ini telah diperluas untuk digunakan dalam teknologi medis, dan digunakan juga dalam seni. Di mana tekniknya digunakan oleh seniman seperti Cedric Green yang gemar bermain deposit judi pulsa

mesin etching

Mengapa dari industri bisa menjadi seni? Jawabannya adalah mesin. Mesin berperan penting membentuk karya, salah satunya mesin etching. Mesin etching logam ini awalnya jenis peralatan yang digunakan untuk mengetsa desain dan karakter menjadi tercetak pada permukaan logam. Tergantung pada aplikasinya, etching ini dapat murni dekoratif, atau mungkin memiliki fungsi spesifik, misalkan pembuatan komponen untuk digunakan dalam perangkat elektronik dengan cara ethcing logam.

Mesin etching logam juga dapat dikonfigurasi dengan sprayer yang memungkinkan untuk menggunakan kombinasi bahan kimia tertentu dalam mengatur pla etsa. Sebagaimana umumnya penggunaan aplikatif untuk industri, semprotan kimia ini dapat didorong menggunakan perangkat lunak atau dikelola secara manual dengan bantuan panel kontrol. Pendekatan untuk etsa logam ini tetap membutuhkan desain, di mana perihal desain tentunya membutuhkan pemahaman terhadap estetika dan seni. Karena Seni Logam, seni dan industri bisa digabungkan.